Label

Jumat, 23 Agustus 2013

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN



Proposal Penelitian
ANALISIS PENGARUH DESAIN TATA LETAK TERHADAP DAYA SAING
PT. INDOMARCO PRISMATAMA DI MAKASSAR


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Masyarakat internasional paham bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun belakang ini sangat mengesankan. Kelas menengah berkembang pesat, stabilitas cukup terjaga, dan yang tidak boleh dilupakan Indonesia melompat sebagai Negara demokrasi dengan dua pemilu presiden yang berlangsung aman.
Pakar marketing kelas dunia Philip Kotler mengatakan bahwa ada lima Negara yang termasuk kategori emerging countries. Empat Negara lain adalah Brazil, Rusia, India dan China (BRIC). Seharusnya istilah BRIC diganti menjadi BRICI, dengan kata terakhir merujuk pada Indonesia.
Kabar gembira tersebut, jelas sangat berpengaruh pada dunia ritel yang juga mengalami perkembangan yang tak kalah seksi. Bisnis ritel di Indonesia beberapa tahun terakhir telah menjadi fenomena di Asia, khususnya di antara Negara berkembang. Indonesia bahkan menempati peringkat tiga pasar ritel terbaik di Asia. Berdasarkan catatan konsultan manajemen dunia, AT Kearney, yang mengeluarkan laporan pertumbuhan industry ritel terbaik di sejumlah Negara di dunia, Indonesia masuk ke dalam Negara dengan ritel yang baik. (http://www.iswarin.com/retail-indonesia/).
Menurut Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), perkembangan ritel dari sisi gerai komposisinya adalah minimarket 80 persen, supermarket lima persen, department store (toko serba ada) lima persen, hanya satu persen hipermarket, dan sembilan persen gerai lain-lain seperti apotek, optik, dan koperasi.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kota Makassar merupakan pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia yang memiliki prospek bisnis yang menjanjikan termasuk bisnis minimarket. Sejak perkembangan yang pesat akan bisnis minimarket, kota Makassar kini dijamuri oleh outlet-outlet minimarket seperti Indomaret, Alfa Mart, Alfa Midi, Alfa Express, dan minimarket lainnya. Hampir di setiap sudut kota bahkan gang-gang yang ada di kota Daeng ini terdapat outlet minimarket.

PT. Indomarco Prismatama sebagai perusahaan yang bisnisnya biasa kita kenal dengan sebutan Indomaret juga turut andil dalam persaingan bisnis ini. Dengan visinya “menjadi jaringan ritel yang unggul”, Indomaret berupaya melakukan terobosan-terobosan guna meningkatkan daya saingnya termasuk memerhatikan desain tata letaknya.
Tata letak merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang bagi PT. Indomarco Prismatama.  Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas dan biaya serta kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan, dan citra perusahaan. 
Tata letak yang efektif dapat membantu PT. Indomarco Prismatama mencapai sebuah strategi yang menunjang diferensiasi, biaya rendah atau respon cepat.  Semakin lama, desain tata letak perlu dipandang sebagai sesuatu yang dinamis.  Hal ini berarti mempertimbangkan peralatan yang kecil, mudah dipindahkan dan fleksibel.
Hal-hal yang ditunjukkan di atas adalah hal-hal yang mendasari penulis memilih judul penelitian Analisis Pengaruh Desain Tata Letak Terhadap Daya Saing PT. Indomarco Prismatama Di Makassar

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan di atas, maka perumusan masalah yang bisa dilahirkan adalah sebagai berikut.
1.    Adakah pengaruh desain tata letak terhadap daya saing PT. Indomarco Prismatama di Makassar?
2.    Seberapa besar pengaruh desain tata letak terhadap daya saing PT. Indomarco Prismatama di Makassar?

1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.    Untuk menganalisis pengaruh desain tata letak terhadap daya saing PT. Indomarco Prismatama di Makassar.
2.    Untuk menganalisis seberapa besar pengaruh desain tata letak terhadap daya saing PT. Indomarco Prismatama.

1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut.
1.    Secara Teoretis
Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam pegembangan strategi desain tata letak pada PT. Indomarco Prismatama di Makassar.
2.    Secara Praksis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dan informasi sebagai gambaran yang lebih nyata khususnya tentang pengaruh desain tata letak terhadap daya saing PT. Indomarco Prismatama di Makassar.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Tata Letak
Tata Letak (James M. Apple)  adalah kegiatan yang berhubungan dengan perancangan susunan unsur fisik suatu kegiatan dan selalu berhubungan erat dengan industri manufaktur. Tata letak merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya serta kualitas lingkungan kerja, kontrak pelanggan dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai sebuah strategi yang menunjang differensiasi, biaya rendah, atau respon cepat.
Dalam semua kasus, desain tata letak harus mempertimbangkan bagaimana untuk dapat mencapai:
1. Utilisasi ruang, peralatan, dan orang yang lebih tinggi.
2. Aliran informasi, barang, atau orang yang lebih baik.
3. Moral karyawan yang lebih baik, juga kondisi lingkungan kerja yang lebih aman.
4. Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik.
5. Fleksibilitas (bagaimanapun kondisi tata letak yang ada sekarang, tata letak tersebar akan perlu diubah).
Semakin lama, desain tata letak perlu dipandang sebagai sesuatu yang dinamis. Hal ini antara lain mempertimbangkan peralatan yang kecil, mudah dipindahkan, dan fleksibel. Rak panjangan di toko harus dapat dipindahkan, meja kantor dan partisi yang modular, dan rak di gudang serta di pabrik (tinggal pasang). Agar dapat mengatasi perubahan model produk secara cepat dan masih dalam tingkat produksi yang memadai, manajer operasi harus memberikan fleksibilitas dalam desain tata tetak. Untuk mendapatkan fleksibilitas dalam tata letak, para manajer menempatkan pekerja mereka secara bersilang, merawat peralatan, menjaga investasi tetap rendah, menempatkan Sel kerja secara berdekatan, dan menggunakan peralatan yang kecil dan mudah dipindahkan. Dalam beberapa hal, peralatan yang menggunakan roda sangat tepat digunakan untuk mengantisipasi perubahan yang akan terjadi pada produk, proses, atau volume produksi.
2.2 Tipe-Tipe Tata Letak
Keputusan mengenai tata letak meliputi penempatan mesin pada tempat yang terbaik (dalam pengaturan produksi), kantor dan meja-meja (pada pengaturan kancor) atau pusat pelayanan (dalam pengaturan rumah sakit atau department store). Sebuah tata letak yang efektif memfasilitasi adanya aliran bahan, orang, dan informasi di dalam dan antar wilayah. Untuk mencapai tujuan ini, beragam pendekatan telah dikembangkan. Di antara pendekatan tersebut, ada enam pendekatan tata letak:
1. Tata letak dengan posisi tetap
Memenuhi persyaratan tata letak untuk proyek yang besar dan memakan tempat seperti proses pembuatan kapal laut dan gedung.
2. Tata letak yang berorientasi pada proses
Berhubungan dengan produksi dengan volume rendah, dan bervariasi tinggi (juga disebut sebagai “job shop”, atau produksi terputus).
3. Tata letak kantor
Menempatkan para pekerja, peralatan mereka, dan ruangan/kantor yang melancarkan aliran informasi.

4. Tata letak ritel
Menempatkan rak-rak dan memberikan tanggapan atas perilaku pelanggan.
5. Tata letak gudang
Melihat kelebihan dan kekurangan antara ruangan dan sistem penanganan bahan.
6. Tata letak yang berorientasi pada produk
Mencari utilisasi karyawan dan mesin yang paling baik dalasn produksi yang kontinu atau berulang.
Oleh karena hanya beberapa dan keenam golongan ini yang dapat dimodelkan secara matematis, tata letak dan desain dan fasilitas fisik masih merupakan sebuah seni. Walaupun demikian, telah diketahui bahwa sebuah. tata letak yang balk perlu menetapkan beberapa hal berikut:
1. Peralatan penanganan bahan. Manajer harus memutuskan peralatan yang akan digunakan, meliputi ban berjalan, cranes, (automated storage and retrieval system—ASRS), juga kereta oromatis untuk mengirim dan rnenyimpan bahan.
2. Kapasitas dan persyaratan luas ruang. Desain tata letak dan penyediaan ruangan hanya dapat dilakukan saat persyaratan jumlah pekerja, mesin, dan peralatan diketahui. Pada kasus pekerjaan kantor, manager operasi harus membuat perkiraan persyaratan ruang untuk setiap karyawan.
3. Lingkungan hidup dan estetika. Pemikiran mengenai tataletak sering membutuhkan keputusan mengenai jendela, tanaman dan tinggi partisi untuk menfasilitasi aliran udara, mengurangi kebisingan, menyediakan keleluasaan pribadi dan sebagainya.

4. Aliran informasi. Komunikasi sangat penting bagi setiap perisaha.dan harus dapat difasilitasi oleh tata letak. Permasalahan ini mungkin membutuhkan keputusan tentang jarak, juga keputusan akankah dibuat kantor pada ruangan terbuka menggunakan pembatas setengah badan atau kantor yang memberi keleluasaan pribadi.
5. Biaya perpindahan antar-wilayah kerja yang berbeda. Terdapat banyak pertimbangan untuk yang erkaitan dengan pemindahan bahan atau kepentingan eberapa wilayah tertentu untuk didekatkan satu sama lain. Sebagai contoh, memindahkan leburan baja akan lebih sulit dibandingkan dengan memindahkan baja dalam keadaan dingin.
2.3 Tentang PT. Indomarco Prismatama
Berawal dari pemikiran untuk mempermudah penyediaan kebutuhan pokok sehari-hari karyawan, maka pada tahun 1988 didirikanlah sebuah gerai yang diberi nama Indomaret. Sejalan pengembangan operasional toko, perusahaan tertarik untuk lebih mendalami dan memahami berbagai kebutuhan dan perilaku konsumen dalam berbelanja. Guna mengakomodasi tujuan tersebut, beberapa orang karyawan ditugaskan untuk mengamati dan meneliti perilaku belanja masyarakat. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa masyarakat cenderung memilih belanja di gerai modern berdasarkan alasan kelengkapan pilihan produk yang berkualitas, harga yang pasti dan bersaing, serta suasana yang nyaman.
Berbekal pengetahuan mengenai kebutuhan konsumen, keterampilan pengoperasian toko dan pergeseran perilaku belanja masyarakat ke gerai modern, maka terbit keinginan luhur untuk mengabdi lebih jauh bagi nusa dan bangsa. Niat ini diwujudkan dengan mendirikan Indomaret, de­ngan badan hukum PT. Indomarco Prismatama yang memiliki visi “menjadi jaringan ritel yang unggul” serta moto “mudah dan hemat”.
Seiring dengan perjalanan waktu dan kebutuhan pasar, Indomaret terus menambah gerai di berbagai kawasan perumahan, perkantoran, niaga, wisata dan apartemen. Dalam hal ini terjadilah proses pembelajaran untuk pengoperasian suatu jaringan retail yang berskala besar, lengkap dengan berbagai pengalaman yang kompleks dan bervariasi.
Setelah menguasai pengetahuan dan keterampilan mengoperasikan jaringan ritel dalam skala besar, Manajemen berkomitmen untuk menjadikan Indomaret sebagai sebuah aset nasional. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa seluruh pemikiran dan pengoperasian Perusahaan ditangani sepenuhnya oleh putra putri Indonesia. Sebagai aset nasional, Indomaret ingin berbagi kepada masyarakat Indonesia melalui bisnis waralaba dan juga mampu bersaing dalam persaingan global. Oleh karena itu, visi perusahaan kemudian berkembang “menjadi aset nasional dalam bentuk jaringan ritel waralaba yang unggul dalam persaingan global”.
Konsep bisnis waralaba Indomaret adalah yang pertama dan merupakan pelopor di bidang minimarket di Indonesia. Sambutan masyarakat ternyata sangat positif, terbukti dengan peningkatan jumlah Terwaralaba Indomaret dari waktu ke waktu. Konsep bisnis waralaba Perusahaan juga diakui oleh pemerintah melalui penghargaan yang diberikan kepada Indomaret selaku “Perusahaan Waralaba Unggul 2003”. Penghargaan semacam ini adalah yang pertama kali diberikan kepada perusahaan minimarket di Indonesia dan sampai saat ini hanya Indomaret yang menerimanya.
Saat ini Indomaret berkembang sangat pesat dengan jumlah gerai mencapai lebih dari 7.602 di wilayah Jawa, Madura, Bali, Sumatra dan Sulawesi, terdiri dari 40% gerai milik terwaralaba dan 60% gerai milik Perusahaan. Sebagian besar pasokan barang dagangan untuk seluruh gerai berasal dari 17 pusat distribusi Indomaret yang menyediakan lebih dari 4.800 jenis produk. (indomaret.co.id/profil-perusahaan/)
2.4 Kerangka Berpikir
Text Box: TATA LETAK
1. Tata letak dengan posisi tetap 
2. Tata letak yang berorientasi pada proses.
3. Tata letak kantor
4. Tata letak ritel
5. Tata letak gudang
6. Tata letak yang berorientasi pada produk


Text Box: DAYA SAING PERUSAHAAN
 




2.5 Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah dan uraian di atas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.    Terdapat pengaruh desain tata letak terhadap daya saing PT. Indomarco Prismatama di Makassar.
2.    Desain tata letak sangat berpengaruh terhadap daya saing PT. Indomarco Prismatama di Makassar.
                                                                                                         




BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan metode survey untuk mendapatkan dalam tujuan deskriptif, membantu dalam membandingkan kondisi-kondisi yang ada dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya dan juga dalam pelaksanaan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis pengaruh desain tata letak terhadap daya saing PT. Indomarco Prismatama di Makassar.
3.2 Populasi, Sampel dan Metode Penentuan Sampel
3.2.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pengelola outlet Indomaret di seluruh wilayah di kota Makassar selama penelitian berlangsung.
3.2.2 Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah pengelola dari masing-masing unit yang dimiliki oleh populasi tersebut. Oleh karena itu sampel dalam penelitian ini diperoleh sejak proses pengumpulan data dilaksanakan. Selama kurun waktu tersebut berkunjung ke seluruh outlet Indomaret di Makassar untuk menganalisis desain tata letak  yang ada.
3.2.3 Metode Penentuan Sampel
Metode penentuan sampel yang digunakan adalah sampel propossive yaitu pimpinan outlet Indomaret di setiap outlet yang ada masing-masing sebanyak 10 orang.


3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Penyebaran Angket/Kuisioner
    Metode ini ditempuh guna mendapatkan data yang akurat dan obyektif terhadap permasalahan yang diteliti, didapat dari responden. Angket/kuisioner yang diberikan untuk mengetahui sejauh mana desain tata letak berpengaruh terhadap daya saing perusahaan tersebut.
2. Wawancara
     Kecenderungan penulis menggunakan teknik ini disebabkan oleh data yang diperoleh dari sejumlah informasi dalam memperoleh data serta bermanfaat guna mewujudkan validitas secara keseluruhan, yang dapat ditempuh dengan cara membandingkan data dari responden dengan informan.
3. Telaah Dokumen
 Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari dokumen dan sumber-sumber data sekunder lainnya yang dapat mnendukung data-data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara.
3.4 Metode Analisis
Berdasarkan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini, maka data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Model analisis yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.    Analisis secara deskriptif mengenai pengaruh tata letak terhadap daya saing PT. Indomarco Prismatama di Makassar.
2.    Metode analisis regresi berganda dengan rumus: (Sudjana, 1999:47)
Y = b0 + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6 +ei

Dimana:

Y         = Daya Saing
X1        = Tata letak dengan posisi tetap
X2        = Tata letak yang berorientasi pada proses.
X3        = Tata Letak Kantor
X4        = Tata Letak Ritel
X5        = Tata Letak Gudang
X6          = Tata Letak yang Berorientasi pada Produk
b1,b2,b3, b4, b5,          = Koefisien Regresi (Parameter)
b0                    = Konstanta (Intercept)
ei                     = Faktor Kesalahan

Selanjutnya untuk menentukan pengaruh dan tingkat signifikan digunakan a = 0.05 atau 5% dapat diuji dengan menggunakan uji-F dan uji-t melalui program SPSS.
3.5 Definisi Operasional Variabel dan Indikator   
Definisi operasional digunakan agar tidak menimbulkan penafsiran ganda yaitu dengan memberikan batasan terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
1.    Daya Saing adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya dari persaingan eksternal (pesaing usaha) baik dari segi produksi, keuangan, maupun kemampuan memikat pelanggan.
  1. Tata letak dengan posisi tetap adalah tata letak dimana terdapat proyek tetap berada dalam satu tempat, sementara para pekerja dan peralatan datang pada tempat tersebut.
  2. Tata letak yang berorientasi pada proses adalah sebuah tata letak yang berkaitan dengan proses produksi dengan volume rendah dan variasi tinggi.
  3. Tata letak kantor adalah tata letak dimana terjadi pengelompokan pekerja, peralatan mereka, dan ruangan/kantor untuk menyajikan kenyamanan, keamanan, dan perpindahan informasi.
  4. Tata letak ritel adalah sebuah pendekatan tata letak yang berkaitan dengan aliran, pegalokasian ruang, dan merespon pada perilaku pelanggan.
  5. Tata letak gudang adalah sebuah desain yang mencoba meminimalkan biaya total dengan mencari paduan yang terbaik antara luas ruang dan penanganan bahan.
  6. Tata letak yang berorientasi pada produk adalah tata letak yang disusun di sekeliling produk atau keluarga produk yang sama yang memiliki volume tinggi, dan bervariasi rendah.

                

0 comments:

Posting Komentar