Label

Jumat, 08 Juni 2012

ETCetera berlibur : Kodingareng Keke

6 Juni 2012 pagi, tepatnya pukul 8.30, ETCetera yang beranggotakan saya (Fahmi Ramadhan), Ainul Anugrah, Bayu Fitrah Syam, Aidil Ardiansyah, A. Maulana Putra, Wahyu Prima A., Irfan Maulana Bima, Syahrizal, Amanah Utami Nasrun, dan Nurma Cahyani bergegas menuju dermaga samping Popsa (hahaha) menuju kapal yang akan memberangkatkan kami ke Pulau Kodingareng Keke, lokasi liburan kami kali ini.

dengan proses tawar-menawar yang cukup alot dengan pemilik kapal, akhirnya kita berangkat juga dengan biaya lebih dari setengah juta. hehehe. berangkatlah kami. meluncurrrr. perjalanan dari dermaga menuju Kodingareng memakan waktu kurang lebih 40 menit saja. 40 menit yang bisa bikin kulit tubuh gosong karena terbakar teriknya sinar mentari Makassar.

akhirnya, tiba juga kami di Pulau kecil bernama Kodingareng Keke. berikut profil singkat tentang Pulai ini. hehehehe Pulau Kodingareng Keke masuk dalam wilayah Kecamatan Ujungtanah, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Jaraknya 8,37 mil atau 13,48 kilometer dari pesisir Kota Makassar.

Pulau Kodingareng Keke merupakan satu dari 11 pulau dalam jajaran kepulauan spermonde (spermonde shelf) di Kota Makassar. Bentuk pulau memanjang dari timur ke barat daya dengan luas total satu hektare. Pantai tersusun dari daratan pasir putih dan pecahan karang beraneka ragam.

Perairan di seputar pantai pulau ini merupakan perairan yang dangkal. Pada pasang terendah, terdapat dataran yang cukup luas, khususnya pada perairan sebelah barat. Kedalaman bervariasi antara lima hingga 20 meter. Sedangkan perairan sebelah timur dan selatan merupakan alur pelayaran masuk dan keluar dari Pelabuhan Makassar.

Dengan kondisi perairan yang jernih tanpa kontaminasi limbah kota, perairan ini menjadi lokasi yang ideal untuk snorkeling atau menyelam menyaksikan indahnya terumbu karang dan keanekaragaman biota laut di dasar laut. Kondisi terumbu dan biota laut di sekitar pulau ini masih terjaga dan asli.

Sementara di pantai, pasir putih terhampar. Wisatawan dapat berjemur menikmati hangatnya matahari saat siang ditingkahi semilir dan suara kemerisik angin yang ditimbulkan gesekan daun pinus. Atau bersantai menikmati indahnya bulan saat malam dan panorama gemerlap Kota Makassar nun jauh di ujung sana.

nah, cukup segitu aja profilnya yah. lanjut cerita, kami berencana menginap semalam di pulai ini. persiapan mulai dari tenda, makanan, dan pakaian ganti telah kami sediakan sebelumnya. tapi, kami cuma membawa satu buah google sebagai alat snorkling. yaah, bisa lah ganti-gantian snorklingnya. hehehehe. seturunnya kami dari kapal dan menurunkan berikut semua peralatan kami, kami bergegas untuk mengecek tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. satu buah tenda kecil untuk kedua wanita (tami dan ucha) dan sebuah lagi untuk para jejaka tangguh milik ETCetera. hwaahahaha...

tenda terpasang juga... saatnya berkeliling melihat-lihat lokasi secara lebih detil. cukup terik mataharinya. tak sempat tawaf tujuh putaran mengelilingi pulau, kami melanjutkan agenda dengan shalat dhuhur berjamaah. ini lebih bermanfaat, tentunya. shalat dhuhur sudah di dirikan. kurang lengkap rasanya ke pantai tapi tidak menikmati makanan pantai. IKAN. saatnya jejaka tangguh mengurus ikan-ikan. hahaha

0 comments:

Posting Komentar