Label

Rabu, 13 Juni 2012

Keuangan II : RISK AND RETURN


RISIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN UNTUK ASET TUNGGAL

1. Mendefinisikan Risiko Investasi
Menurut Brigham dan Houston (2001, p230), risiko didefinisikan sebagai bahaya, petaka, kemungkinan mengalami kerugian atau kerusakan. Jadi, risiko mengacu pada kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak menguntungkan. Jika anda membeli saham spekulatif (atau bahkan setiap jenis saham), Anda mengambil risiko menderita rugi dengan harapan mendapat untung yang setimpal. Berikut adalah petikannya : Risk is refers to the chance that some unfavorable event will occur ( a hazard, a peril, exposure to loss or injury ) . If you invest in speculative stocks (or really, any stock), you are taking a risk in the hope of making an appreciable return.
Definisi Risiko pada umumnya selalu berkonotasi buruk atau negatif. Tetapi menurut Damodaran (2001, p150), risiko tidak selalu dapat dikaitkan dengan sesuatu yang buruk. Dalam bidang keuangan, risiko memiliki arti yang berbeda dan lebih luas. Risiko lebih berkaitan dengan .kemungkinan untuk mendapatkan imbalan (return) yang tidak sesuai dengan apa yang investor harapkan.. Ketika Anda mendapatkan imbal hasil yang lebih kecil dari yang diharapkan, atau sebaliknya, ketika Anda mendapatkan imbal hasil yang lebih besar dari yang diharapkan, maka itulah yang dinamakan Risiko. Berikut petikannya: .In finance, our definition of risk is both different and broader. Risk, as we see it, refers to the likelihood that we will receive a return on an investment that is different from the return we expected to make. Thus, Risk includes the bad outcomes, that is, returns are lower than expected, but also good outcomes, that is, returns that are higher than expected..
not only
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa risiko merupakan gabungan dari .bahaya. dan .peluang. dimana dalam bidang keuangan, kata bahaya diartikan sebagai risiko sedangkan peluang diartikan sebagai imbal hasil. Berikut adalah petikannya : .Risk is a mix of danger, and opportunity. In financial terms, we term the danger to be .Risk. and the opportunity to be .Expected Return.. So, in any investment, we will convert the danger into opportunity ..
Dengan demikian, dapat dikatakan secara garis besar bahwa Risiko investasi terkait dengan kemungkinan mendapatkan tingkat imbal hasil yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan . semakin besar tingkat pengembalian yang diharapkan, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung.
2. Tingkat Imbal Hasil (Rate of Return)
Tingkat imbal hasil biasanya dihitung setiap periode waktu tertentu yaitu setahun sekali. Berikut ini merupakan rumus matematik-nya (Chandra, 2003, p213) :
Rate of Return =  

Pada saham, Annual Income (Penerimaan Rutin) biasanya berupa penerimaan pembagian dividen. Ending Price menunjukkan harga indeks terakhir, sedangkan Beginning Price menunjukkan harga indeks awal. Current Yield merupakan proporsi penghasilan saham yang berasal dari penerimaan dividen tahunan relatif terhadap harga indeks awalnya. Sedangkan, Capital Gain adalah keuntungan yang diperoleh pemegang saham/ivestor apabila harga jual saham melebihi harga belinya. Kebalikan dari Capital Gain adalah Capital Loss, kerugian akibat harga beli saham lebih tinggi disbanding harga saham ketika dijual. Misalnya, seorang investor membeli saham A seharga Rp. 5.050, dan dua hari kemudian investor tersebut menjual saham A seharga Rp. 5.100 per lembarnya. Berarti investor tersebut, telah mendapat keuntungan (Capital Gain) 50 rupiah tiap lembar saham. Sebaliknya, jika saham tersebut hanya terjual seharga Rp. 5.000, berarti investor tersebut menderita kerugian (Capital Loss) 50 Rupiah tiap lembar saham. (Sulistyastuti, 2002, p4)

3. Distribusi Probabilitas (Probability Distribution)
Probabilitas suatu peristiwa didefinisikan sebagai kemungkinan terjadinya peristiwa itu. .Probability is the chance that the event will occur.. Jika kita membuat daftar setiap peristiwa yang mungkin terjadi dan memberikan probabilitas kepada masing-masing peristiwa, maka daftar itu disebut distribusi probabilitas. (Brigham dan Houston, 2001, p231). Probabilitas dapat digunakan untuk menghitung hasil (pengembalian) yang mungkin akan diperoleh dari investasi. Misalnya, jika Anda memperkirakan peluang naiknya harga saham A sampai sesi penutupan bursa dalah 4:1. Berarti, terdapat 80% kemungkinan harga saham A akan naik dan sisanya, 20%, menandakan kemungkinan harga saham tidak akan naik. Perkiraan Anda dapat dibuat distribusi probabilitas-nya, seperti berikut:
Peristiwa (Outcome) Probabilitas (Probability)                                0.80
Harga Saham akan naik
0.20

4. Tingkat Pengembalian yang diharapkan (Expected Rate of Return)
Jika Anda mengalikan setiap peristiwa (outcome) dengan probabilitas terjadinya peristiwa tersebut, lalu kemudian Anda jumlahkan hasil perkalian tersebut, maka Anda akan memperoleh hasil rata-rata tertimbang. Hasil rata-rata tertimbang
itulah disebut juga sebagai tingkat pengembalian yang diharapkan. .expected rate of return is the weighted average of all possible returns multiplied by their respective probabilities.. Rumus matematik nya adalah:

E ( R ) = P 1 R 1 + P 2 2 R + . + P n R n
E ( R ) = Σ P i R i
Keterangan : P = Probabilitas ke - i yang mungkin terjadi
i
R i = Outcome ke . i yang mungkin terjadi
E ( R ) = Rata-rata tertimbang dari outcome sama dengan probabilitas terjadinya.
5. Standar Deviasi (Standard Deviation of Return)
Risiko mengacu kepada penyimpangan dari suatu variabel. Standar deviasi , σ adalah ukuran statistik mengenai variabilitas/penyimpangan dari serangkaian hasil observasi. Varians , σ 2 , adalah standar deviasi pangkat dua. Standar deviasi dan varians digunakan untuk menghitung risiko saham. Makin kecil standar deviasi, makin rapat distribusi probabilitas, maka makin kecil risiko saham. Berikut merupakan rumus matematiknya :
σ 2 = Σ P ( R i - E ( R )) 2
i σ =

6. Risiko dan Tingkat Pengembalian Portofolio
Bagi para investor yang berinvestasi dalam bentuk portofolio, maka pada umumnya, mereka tidak terlalu mementingkan risiko dan imbal hasil dari setiap saham yang dimilikinya, tetapi lebih mementingkan atau lebih memfokuskan kepada seberapa besar risiko dan imbal hasil dari portofolio nya.

6.1 Diversifikasi dan Risiko Portofolio
Portofolio atau portepel adalah kumpulan dari beberapa jenis sekuritas investasi. Misalnya, jika Anda memiliki beberapa saham Unilever, dan Bank Mandiri, maka Anda memiliki portofolio yang terdiri dari 2 saham. Karena lebih aman, maka pada umumnya saham dimiliki dalam portofolio.
Diversifikasi dapat diartikan dengan penyebaran risiko . membagi-bagikan risiko ke dalam portofolio. Sangatlah penting, untuk memahami, bahwa : 1. Diversifikasi hanya membantu untuk .mengurangi. risiko bukan menghilangkan risiko.
2. Makin kecil koefisien korelasi, makin rendah risiko. Jika koefisien korelasi < -1,0 maka risiko dapat dikurangi melalui diversifikasi. Jika koefisien korelasi > +1,0 maka diversifikasi tidak mengurangi risiko sama sekali.
3. Risiko Portofolio dapat berkurang dengan bertambahnya jumlah jenis saham di dalam portofolio tersebut.

6.2 Jenis-jenis Risiko Investasi
Dyah Ratih Sulistyastuti menyatakan bahwa risiko investasi saham terdiri dari risiko tidak sistematik (unsystematic risk) dan risiko sistematik (systematic risk).
Total Risk = Unique Risk + Market Risk
1. Risiko tidak sistematik disebut juga Risiko Perusahaan (Unique, Diversifiable, or Firm-Specific Risk), adalah risiko yang terkait dengan fluktuasi siklus bisnis dari industri tertentu, seperti risiko gugatan hukum, pemogokan, program pemasaran yang gagal, dan lain-lain. Risiko tidak sistematik dijelaskan dengan 1 . R Square. 2. Risiko sistematik terkait dengan kondisi pasar maka disebut juga Risiko Pasar (Market Risk / Nondiversifiable Risk). Risiko Pasar berasal dari faktor-faktor yang secara sistematik mempengaruhi perusahaan, seperti perang, inflasi, resesi, dan suku bunga yang tinggi. Risiko sistematik dijelaskan dengan R Square. (Sulistyastuti, 2002, p10-11)

Perlu dicermati, bahwa Risiko Perusahaan dapat dihapus melalui diversifikasi, dan sebagian besar investor melakukannya, baik secara langsung atau dengan membeli beberapa saham (portofolio). Dengan demikian, yang masih tetap ada adalah risiko pasar. Hanya risiko pasarlah yang merupakan risiko relevan bagi investor yang rasional dan bagi investor yang telah melakukan diversifikasi dengan baik.

6.3 Konsep Risiko Pasar (Market Risk) – Beta
Suad Husnan, mengemukakan bahwa .kalau kita ingin mengetahui sumbangan suatu saham terhadap risiko suatu portofolio yang didiversifikasikan secara baik, kita haruslah tidak melihat seberapa risiko saham tersebut apabila dimiliki secara terpisah, tetapi kita harus mengukur risiko pasarnya dan ini membawa kita untuk mengukur kepekaan saham tersebut terhadap perubahan pasar.. Kepekaan tingkat keuntungan terhadap perubahan-perubahan pasar inilah yang disebut sebagai Beta. Dengan menggunakan beta, kita dapat memprediksikan tingkat sensitivitas imbal hasil saham. ( Husnan, 2001, p166).
Patokan untuk memahami Beta adalah sebagai berikut: ! b = 0,5 : Risiko saham adalah setengah dari rata-rata saham.
! b = 1,0 : Risiko Saham sama dengan rata-rata saham.
! b = 2,0 : Risiko Saham dua kali dari rata-rata saham. Misalnya, saham A mempunyai beta = 1,0 , berarti pada umumnya, jika harga pasar saham naik 10%, maka harga saham A juga naik 10%, begitu juga halnya jika yang terjadi adalah penurunan. Portofolio dengan b = 1,0 akan naik/turun selaras dengan naik turunnya rata-rata harga pasar saham. (Brigham dan Weston, 1990, p138)

0 comments:

Posting Komentar