Label

Rabu, 13 Juni 2012

Operasional II : MANAJEMEN RANTAI PASOKAN

MANAJEMEN RANTAI PASOKAN
( SUPLLY CHAIN MANAGEMENT)

PENDAHULUAN

Melihat gelagat kurang menguntungkan, pasukan keamanan yang semula hanya berjumlah dua peleton ditambah satu peleton.  Pertandingan itu sendiri berakhir 3-0 untuk kemenangan anak-anak Semarang, lewat gol Agung Prasetyo pada menit ke-64, Johan Angga (67), dan ditutup oleh Iwan empat menit menjelang bubaran. berakhir 3-0 untuk kemenangan anak-anak Semarang, lewat gol Agung Prasetyo pada menit ke-64, Johan Angga (67), dan ditutup oleh Iwan empat menit menjelang bubaran. Modul ini akan membahas mengenai konsep Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management) .
Dengan mempelajari modul ini dengan baik dan benar, diharapkan Anda dapat memahami konsep manajemen rantai pasokan  beserta prosedurnya.

Setelah mempelajari modul ini diharapkan anda dapat:
a. Memahami dan mengerti pentingnya Strategi Manajemen Rantai
    Pasokan.
b. Memahami dan mengerti Isu global tentang Supply Chain
    Management.
c. Memahami dan mengerti Pentingnya konsep Pembelian (Purchasing)
d. Memahami dan mengerti konsep Supply Chain Economics
e. Memahami dan mengerti berbagai strategi dalam rantai pasokan.
f. Memahami dan mengerti bagaimana mengelola rantai pasokan.
g. Memahami dan mengerti bagaimana melakukan pemilihan vendor.
h. Memahami dan mengerti konsep Material Management
i. Memahami dan mengerti tentang Internet
j. Memahami dan mengerti konsep Elektronik Komersial
k. Memahami dan mengerti dampak internet terhadap Desain Produk.
l. Mengerti dan memahami konsep E-Procuremet
m. Mengerti dan memahami Inventory Tracking
n. Menegerti dan memahami Inventory Reduction
o. Menegrti dan memahami Perbaikan Penjadwalan dan Logistik.

A. PENTINGNYA STRATEGI SCM (Supply Chain Management)

Supply Chain Management berkaitan dengan siklus yang lengkap dari bahan mentah dari para supplier, ke kegiatan operasional di perusahaan, berlanjut ke ditribusi sampai kepada konsumen. Hal penting yang menjadi dasar pemikiran pada konsep ini adalah focus pada pengurangan kesia-siaan dan mengoptimalkan nilai pada rantai pasokan yang berkaitan. 

1. Supply Chain Management ?

Merupakan pengelolaan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah, dilanjutkan kegiatan transformasi sehingga menjadi produk dalam proses, kemudian menjadi produk jadi dan diteruskan dengan pengiriman kepada konsumen melalui sistim distribusi.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan mencakup pembelian secara tradisional dan berbagai kegiatan penting lainnya yang berhubungan dengan supplier dan distributor.

Supply Chain Management antara lain meliputi penetapan:
a. Pengangkutan.
b. pembayaran secara tunai atau kredit (proses transfer)
c. supplier
d. distributor dan pihak yang membantu transaksi seperti Bank
e. Hutang maupun piutang
f. Pergudangan
g. Pemenuhan pesanan
h. Informasi mengenai ramalan permintaan, produksi maupun
    pengendalian persediaan.

2.  Suplly chain membantu Strategy Bisnis

         Bagaimana keputusan mengenai rantai pasokan berdampak pada strategi
akan ditunjukkan pada table berikut:



Strategi biaya rendah
Strategi respon
Strategi diferensiasi
Tujuan pemasok
Penuhi permintaan dengan biaya serendah mungkin
Tanggapi perubahan kebutuhan/permintaaan dengan cepat untuk memin terjadinya persedian habis
Penelitian pangsa pasar, bersama-sama mengembangkan produk dan pilihan
Kriteria pemilihan utama

Pilih terutama karena biaya
Pilih terutama karena kapasitas, kecepatan dan fleksibilitas
Pilih trtm krn ketrampilan pengembangan produk
Karakteritik proses
Mempertahankan utilitas rata-rata yang tinggi
Menanam modalpada kapasitas berlebih dan proses yang fleksibel
Proses moduler yang menuju mass customization
Karakteristik Persediaan
Meminimalkan persedian di seluruh rantai untuk menekan biaya
Kembangkan istem yang cept tanggap, dengan persedian cadangan untuk memastikan pasokan
Mmin persediaan dalam rantai untuk menghindari produk menjadi usang
Karakteristik Lead Time
Memendekkan lead time sepanjang tidak meningkatkn biaya
Menanamkan investasi secara agresif untuk mngurangi lead time produksi
Menanamkan investasi secara agresif untuk mengurangi lead time pengembangan
Karakteristik desain produk
Maksimalkan kinerja dan minkn biaya
Mernggunakan desain produk yang mndorong waktu set up yang rendah dan produksi massal
Mengg desain modular untuk menunda diff produk selama mgk.

3. Isu global tentang Supply Chain

Pada waktu perusahaan sudah masuk dalam pasar global, maka perluasan rantai pasokan yang dimiliki menjadi suatu tantangan strategis.

Agar supaya rencana strategi tentang manajemen rantai pasokan menjadi sukses, maka seharusnya:

a. Fleksibel dalam arti cukup reaktif terhadap perubahan yang ada baik dari ketrersediaan komponen, distribusi, jalur pengiriman, aturan impor dan nilai tukar.
b.  Dapat menggunakan teknologi mutahir untuk menjadwal dan mengelola pengiriman komponen dan produk akhir.
c.  Menetapkan staff yang mempunyai keahlian secara local mengenai cara menyikapi peraturan, perdagangan, pengangkutan, penanganan konsumen dan  isu politik.

 B. PENTINGNYA PEMBELIAN (PURCHASING)

Pembelian memberikan peluang besar pengurangan biaya dan peningkatan marjin kontribusi, maka strategi pembelian yang efektif merupakan sesuatu yang vital dalam konsep Supply Chain Management karena porsi terbesar dari pendapatan digunakan untuk melakukan pembelian.

Kebutuhan akan strategi pembelian dan penerapan strategi itu mengarah kepad dibentuknya fungsi pembelian.

1. Tujuan Fungsi Pembelian
     
Pembelian berarti perolehan barang dan jasa, tujuan kegiatan pembelian adalah:
a.    Membantu mengidentifisikasi produk barang dan jasa yang dapat 
      diperoleh   secara eksternal.
b.  Mengembangkan, mengevaluasi dan menentukan supplier, harga dan
     pengiriman yang terbaik bagi produk barang dan jasa tersebut.

 2. Fokus Pembelian

Pembelian terjadi di lingkungan operasi produk barang maupun jasa. 

a.    Dalam lingkungan operasi produk barang,
Fungsi pembelian biasanya dikelola oleh agen pembelian yang secara formal memegang wewenagn untuk melaksanakan kontrak atas nama perusahaan. Di perusahaan besar, agen pembelian ini dapat juga merupakan staf yang juga pembeli dan ekspenditur. Pembeli mewakili perusahaan yang bersangkutan, menjalankan semua kegiatan departemen pembelian kecuali penanda tanganan kontrak. Ekspenditur membantu pembeli dalam menindaklanjuti pembelian agar dapat dipastikan bahwa pengiriman tepat waktu. 
Di perusahaan manufaktur,
Fungsi pembelian didukung engineering drawing dan spesifikasi dari produk- produk yang dibuat, dokumen-dokumen pengendalian mutu, dan kegiatan-kegiatan pengujian yang    mengevaluasi ietm yang dibeli.

b.    Dalam lingkungan jasa,
      Peranan pembelian agak tidak begitu penting karena produk utamanya merupakan produk intelektual, contoh yang dapat dikemukakan misalnya di organisasi hukum maupun kesehatan, item utama yang diperoleh adalah fasilitas kantor, perabotan dan peralatan, mobil serta perlengkapan. 

C.  SUPPLY CHAIN ECONOMICS

Pedagang besar maupun eceran membeli semua yang akan dijual, tetapi tidak demikian halnya untuk perusahaan manufaktur, karena banyak input yang diperlukan perusahaan untuk menghasilkan output. Oleh karena itu agar operasional berjalan secara efektif dan efisien maka adakalanya dihadapkan pada keputusan untuk membuat atau membeli serta konsep Outsourcing


1. Keputusan Membuat atau Membeli

 Adapun berbagai pertimbangan yang ada dalam keputusan tersebut
diantaranya dijabarkan pada tabel berikut:



 Pertimbangan-Pertimbangan dalam Keputusan Membuat Atau Membeli

Alasan Untuk Membuat                       Alasan Untuk Membeli

1. Biaya produksi yang lebih rendah.     1. Biaya perolehan lebih rendah
2. Pemasok kurang cocok.                       2. Menjaga komitmen pemasok
3. Memastikan pemasok yang                 3. Mendapatkan keahlian tehnis 
    memadai  dan manajemen
4.Pemanfaatan tenaga kerja berlebih     4. Kapasitas tidak memadai
5. Memperoleh kualitas yang                   5.Mengurangi biaya persediaan
    diinginkan                                              6.Memastikan ada sumber daya  
6. Menghilangkan kolusi pemasok             alternatif
7. Memperoleh item yang unik                7. Kapasitas di perusahaan tidak dukp
8. Mempertahankan bakat yang ada                                                          
9. Menjaga rancangan dan kualitas        8. Pertukaran informasi
    yang memadai                                       9. Item terlindungi karena hak    
10.Mempertahankan dan mening-               paten
     katkan ukuran perusahaan.              10. Membebaskan manajemen 
                                                                        menangani bisnis utama
 Sumber : Heizer (2004; 417)


2. Outsourcing

Adalah memindahkan aktifitas perusahaan yang dimiliki dalam konsep tradisional kepada supplier eksternal.
Outsourcing merupakan tren yang kontinyu yang mengarah pada efisiensi melalui konsep spesialisasi sehingga perusahaan dapat berkonsentrasi pada core competencies yang dimiliki.
           
Dengan outsourcing tidak ada tangible product  dan transfer. Perusahaan kontraktor biasanya menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyempurnakan aktifitasnya. Sumber daya ditransfer ke perusahaan pemasok yang meliputi: fasilitas, orang dan peralatan.
 Pada saat sekarang, banyak perusahaan melakukan outsourcing berbagai keperluan diantaranya: teknologi informasi, pekerjaan akuntansi, fungsi hokum dan juga produk-produk perakitan. Sebaliknya banyak perusahaan yang bergerak dibidang Teknologi informasi maupun Prosesing data menyediakan outsourcing bagi berbagai jenis perusahaan yang memerlukannya.

D. STRATEGI RANTAI PASOKAN

Terdapat lima strategi yang dapat dipilih perusahaan untuk melakukan pembelian kepada supplier yaitu adalah sebagai berikut:

1.  Banyak Pemasok (Many Supplier)

Strategi ini memainkan antara pemasok yang satu dengan pemasok yang lainnya dan membebankan pemasok untuk memenuhi permintaan pembeli. Para pemasok saling bersaing secara agresif. Meskipun banyak pendekatan negosiasi yang digunakan dalam strategi ini, tetapi hubungan jangka panjang bukan menjadi tujuan. Dalam pendekatan ini, tanggung jawab dibebankan pada pemasok untuk mempertahankan teknologi, keahlian, kemampuan ramalan, biaya, kualitas dan pengiriman.

2.  Sedikit Pemasok (Few Supplier)

Dalam strategi ini, perusahaan mengadakan hubungan jangka panjang dengan para pemasok yang komit. Karena dengan cara ini, pemasok cenderung lebih memahami sasaran-sasaran luas dari perusahaan dan konsumen akhir.

Penggunaan hanya beberapa pemasok dapat menciptakan nilai denganmemungkinkan pemasok mempunyai skala ekonomis dan kurva belajar yang menghasilkan biaya transaksi dan biaya produksi yang lebih rendah.  Dengan sedikit pemasok maka biaya mengganti partner besar, sehingga pemasok dan pembeli menghadapi resiko akan menjadi tawanan yang lainnya.

Kinerja pemasok yang buruk merupakan salah satu resiko yang dihadapi pembeli sehingga pembeli harus memperhatikan rahasia-rahasia dagang pemasok yang berbisnis di luar bisnis bersama.

3.  Vertical Integration
Artinya pengembangan kemampuan memproduksi barang atau jasa yang sebelumnya dibeli, atau dengan benar-benar membeli pemasok atau distributor.

Integrasi vertical dapat berupa:
a.   Integrasi ke belakang (Backward Integration) berarti penguasaan kepada sumber
      daya, misalnya Perusahaan Mobil mengakuisisi Pabrik  Baja.
      b. Integrasi kedepan (Forward Integration) berarti penguasaan kepada     konsumennya, misalnya Perusahaan Mobil mengakuisisi Dealer yang    semula sebagai distributornya.

4.  Kairetsu Network.

Kebanyakan perusahaan manufaktur mengambil jalan tengah antara membeli dari sedikit pemasok dan integrasi vertical dengan cara misalnya mendukung secara financial pemasok melalui kepemilikan atau pinjaman.
Pemasok kemudian menjadi bagian dari koalisi perusahaan yang lebih dikenal dengan kairetsu. Keanggotaannya dalam hubungan jangka panjang oleh sebab itu diharapkan dapat berfungsi sebagai mitra, menularkan keahlian tehnis dan kualitas produksi yang stabil kepada perusahaan manufaktur.
Para anggota kairetsu dapat beroperasi sebagai subkontraktor rantai dari pemasok yang lebih kecil.

5.  Perusahaan Maya (Virtual Company)

Perusahan Maya mengandalkan berbagai hubungan pemasok untuk memberikan pelayanan pada saat diperlukan. Perusahaan maya mempunyai batasan organisasi yang tidak tetap dan bergerak sehingga memungkinkan terciptanya perusahaan yang unik agar dapat memenuhi permintaan pasar yang cenderung berubah. Hubungan yang terbentuk dapat memberikan pelayanan jasa diantaranya meliputi pembayaran gaji, pengangkatan karyawan, disain produk atau distribusinya. Hubungan bisa bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, mitra sejati atau kolaborasi, pemasok atau subkontraktor.
    Apapun bentuk hubungannya diharapkan akan menghasilkan kinerja kelas dunia yang ramping.  Keuntungan yang bisa diperoleh diantaranya adalah: keahlian manajemen yang terspesialisasi, investasi modal yang renadh, fleksibilitas dan kecepatan. Hasil yang diharapkan adalah efisiensi.

E. MENGELOLA RANTAI PASOKAN

Sebagai manajer yang mengarah pada integrasi rantai pasokan, efisiensi menjadi suatu substansi yang memungkinkan. Siklus material yang berasal dari pemasok, ke produksi, ke pergudangan, ke distribusi, ke konsumen, merupakan penempatan yang berbeda-beda dan seringkali berhubungan dengan organisasi yang independen. Oleh karena itu agar semuanya dapat berhasil dimulai dengan memperhatikan tiga hal yaitu:

1. Mutual Aggrement on Goal, yang berarti suatu integrasi rantai pasokan mensyaratkan lebih dari kesepakatan dalam kontrak hubungan jual beli, tetapi patner harus diapresiasikan tidak hanya dalam uang tetapi pada rantai pasokan sampai dengan konsumen akhir. Hal  ini dapat terwujud apabila adanya pengertian tentang misi, strategi, dan tujuan dari organisasi yang berpartisipasi. Integrasi rantai pasokan adalah sesuatu yang menambah nilai tambah ekonomi dan memaksimalkan total konten produk.

2. Trust, yang merupakan hal kritis bagi efektifitas dan efisiensi rantai pasokan. Anggota dari rantai pasokan harus masuk kedalam hubungan yang membagi informasi dalam rangka membangun kepercayaan. Hubungan diantara pemasok akan lebih sekses jika resiko dan penghematan biaya dibagi dan aktifitas seperti riset konsumen, analisa penjualan, peramalan, perencanaan produksi merupakan aktifitas bersama.

3. Compatible Organizational Cultures, akan menjadikan hubungan yang positif    diantara pembelian dan penawaran apabila hal tersebut terjadi, dan akan menjadi keunggulan riel dalam pembuatan rantai pasokan. 


1.  Berbagai Isu dalam Integrasi Rantai Pasokan

Ada tiga isu yang terkait dengan pengembangan efisiensi, integrasi rantai
pasokan yaitu:
a. Local Optimization
Anggota rantai pasokan akan memfokuskan pada maksimisasi keuntungan local atau minimisasai biaya yang didasarkan pada pengetahuan yang terbatas.
b. Incentives
Insentif mendorong munculnya perdagangan didalam rantai penjualan yang sebelumnya tidak terjadi. Hal ini menimbulkan fluktuasi yang pada akhirnya menjadikan kemahalan bagi semua anggota. Wujud insentif berupa insentif penjualan, potongan kuantitas, kuota dan
promosi.
c. Large lots
Dalam hal ini seringkali terjadi bias yang mengarah pada large lots karena cenderung mengurangi biaya per unit. Disatu sisi jika pengiriman dalam jumlah yang banyak misalnya ukuran truk penuh akan mengurangi biaya per unit, tetapi tidak merefleksikan nilai penjualan sebenarnya. 
 Ketiga isu tersebut biasanya memberikan kontribusi munculnya distorsi informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam rantai pasokan. Oleh karena itu diperlukan sistem yang didasarkan pada informasi yang akurat tentang berapa banyak produk yang benar-benar ditarik melalui rantai pasokan. Ketidakakuratan informasi bukan kesengajaan, tetapi menimbulkan distorsi dan fluktuasi dalam rantai pasokan dan menyebabkan apa yang diketahui sebagai bullwish effect. Bullwish effect adalah fluktuasi kenaikan dalam order yang sering terjadi sebagai order yang bergerak melalui rantai pasokan yang mengakibatkan kenaikan biaya seperti inventory, transportasi, pengiriman dan penerimaan. 

2.  Opportunity dalam suatu Rantai Pasokan yang terintegrasi

Kesempatan agar pengelolaan efektif terjadi dalam rantai pasokan mengikuti  10 item yaitu:
a. Accurate ull_ data, yang dapat dilakukan dengan melalui sharing:
    -  POS (Point Of Sales) informasi, sehingga tiap anggota rantai dapat       menjadwalkan secara efektif.
   -    CAO (Computer-Assisted Ordering).
Dengan menggunakan keduanya maka pengumpulan data dan kemudian menyesuaikan dengan:  factor pasar, persediaan, order yang ada, serta mengirimkannya kepada supplier yang bertanggung jawab menjaga persediaan barang akhir.

b. Lot Size Reduction, ini dilakukan oleh manajemen yang agresif dengan cara:
-   Mengembangkan pengiriman yang ekonomis .
-  Memberikan diskon yang didasarkan total volume tahunan   daripada ukuran
    pengiriman individual.
-  Mengurangi biaya order melalui teknik order yang ada dan variasi bentuk
    pembelian elektronik.

c. SingeStage Control of Replenishment, berarti Bertanggung jawab secara tetap untuk memonitor dan mengelola inventory untuk pengecer. Pendekatan ini mengarah pada distorsi informasi dan peramalan multiple yang menciptakan bullwhip effect.

 d. Vendor Managed Inventory, berarti supplier menjaga material bagi pembeli, seringkali mengirimkan langsung ke pembeli menggunakan departemen.

e. Postponement, berarti menunda modifikasi atau customization produk selama mungkin dalam proses produksi.

f. Channel Assembly, yaitu menunda perakitan akhir suatu produk sehingga jalur distribusi dapat dipasang.

g.  Drop Shipping and Special Packaging, 
Drop Shipping berarti pengiriman langsung dari supplier ke konsumen akhir berarti hemat waktu dan biaya pengiriman kembali. Selain itu biasanya disertai pengemasan yang khusus sesuai kebutuhan konsumen.

h. Blanket Order, merupakan komitmen pembelian jangka panjang kepada supplier untuk item yang dapat dikirim dalam jangka pendek, artinya ordernya kosong, diisi sesuai kebutuhan saja.

i. Standardization, yaitu pengurangan jumlah variasi material dan komponen sebagai bantuan mengurangi biaya.

j.  EDI (Electronic Data Interchange) adalah standardisasi format transmisi data untuk komunikasi komputerisasi diantara organisasi. Perluasan EDI adalah ASN (Advanced Shipping Notice) yang mana notis pengiriman dikirim secara langsung dari vendor ke pembeli.


F.   PEMILIHAN VENDOR  

Suatu perusahaan mungkin memiliki kemampuan di semua bidang manajemen, walaupun demikian fungsi operasi memerlukan adanya hubungan dengan vendor yang sempurna. Agar hubungan tersebut efektif maka perlu dilakukan tiga proses yaitu:

1.  Evaluasi Penjual
Tahap ini mencakup kegiatan pencarian penjual potensial dan penentuan kemungkinan penjual tersebut menjadi pemasok yang baik. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai variabel atau factor yang dipertimbangakan untuk memilih penjual, yang mana tiap variabel diberi bobot tergantung pada kebutuhan organisasi. Kemudian menentukan beberapa alternative untuk diberi penilaian , setelah dianalisa maka bisa menentukan mana yang dipilih.

2.  Pengembangan Penjual
Apabila perusahaan sudah memastikan akan menggunakan jasa penjual tertentu, maka cara agar pemasok dapat diintegrasikan ke dalam system yang berlaku adalah dengan memastikan bahwa penjual menghargai kebutuhan akan mutu, dan kebijakan perolehan bahan baku. Pengembangan dimulai dari pelatihan sampai membantu rekayasa dan produksi juga format transfer informasi elektronik. 

3.   Negosiasi
Strategi Negosiasi terdiri dari tiga jenis yaitu:
a. Model harga berdasarkan biaya (Cost Based price model), yang mengharuskan  
    pemasok terbuka kepada pembeli.
b. Model berdasarkan harga pasar (market Based price model), harga didasarkan
    pada publikasi atau indeks.
c. Perebutan tender (competitive bidding),terjadi pada kasus dimana pemasok tidak   
          bersedia membahas biaya dan tidak ada pasar yang mendekati sempurna.

G. INTERNET PURCHASHING

Kadang-kadang disebut sebagai e-procurement yaitu order dilakukan melalui komunikasi atau menyetujui catalog vendor yang didapat melalui internet untuk digunakan oleh karyawan dari perusahaan di bagian pembelian. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan anda membaca topik selanjutnya

H.  MATERIAL MANAGEMENT

Adala suatu pendekatan yang mencari efisiensi operasi melalui intgrasi semua perolehan material, pergerakan dan aktifitas penyimpanan. Potensi adanya keunggulan kompetitif adalah karena terjadi pengurangan biaya, dan peningkatan pelayanan konsumen.

1. Sistem Distribusi

Dalam hal penyampaian produk terutama barang, kegiatan distribusi menggunakan moda transportasi diantaranya:
a. Truk, kelebihan menggunakan truk adalah pada fleksibilitas, sehingga perusahaan yang telah menerapkan konsep JIT (Just In Time) makin menerapkan penggunaan moda transportasi ini untuk urusan distribusi.
b. Kereta Api, kelebihannya adalah karena moda transportasi ini mempunyai jalan sendiri sehingga waktu atau jadwalnya lebih tepat daripada truk, akan tetapi dengan tumbuhnya konsep JIT, maka kereta api telah dianggap merugikan karena proses produksi dalam ukuran batch  kecil mengharuskan pengiriman yang berkala dan dalam jumlah sedikit.
c. Pesawat Udara, dengan perkembangan pergerakan nasional dan internasional maka moda transportasi ini dapat diandalkan dan cepat. Didukung pula berminculannya perusahaan pengangkutan seperti Fedex, UPS dan Purolator.
d. Kapal laut, merupakan salah satu sarana transportasi tertua di dunia. Sistem distribusi dengan menggunakan moda transportasi ini penting apabila biaya pengangkutan lebih penting daripada kecepatan. e. Pipa, merupakan bentuk transportasi yang penting untuk cairan seperti minyak maupun gas serta bahan kimia lainnya.

2.   Alternatif biaya pengiriman

Semakin lama produk ada dalam transit akan semakin banyak uang yang harus diinvestasikan. Tetapi pengiriman yang lebih cepat biasanya lebih mahal daripada pengiriman yang lambat. Oleh Karen aitu perlu dipertimbangkan alternative biaya pengiriman agar tujuan efktifitas dan efisiensi tercapai.



-------0000--------

0 comments:

Posting Komentar